Meski bersifat nonprofit, pembuatan yayasan ternyata tidak bisa sembarangan, lho. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan, sebuah yayasan resmi harus memiliki akta notaris terlebih dulu.

Tentunya upaya legalitas juga harus dilakukan, agar yayasan Anda memiliki kredibilitas yang baik, bukan? Sebab, kredibilitas yang baik akan sangat berpengaruh pada seluruh kegiatan yayasan.

Nah, begini syarat dan tahapan dalam pembuatan yayasan.

Syarat Pembuatan Yayasan

Jika Mengurus Sendiri

Begini kelengkapan dokumen yang harus Anda siapkan sebelum mengurus pembuatan Yayasan, antara lain:

  1. Ada Surat Keterangan Domisili
  2. Ada NPWP/Surat Keterangan Terdaftar
  3. Ada surat keputusan oleh Kemenkumham
  4. Ada pengumuman yang masuk dalam lembar berita negara RI, yang dikeluarkan oleh Perum Percetakan Negara Republik Indonesia
  5. Ada Tanda Daftar Yayasan yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial

Jika Melalui Jasa Konsultan

Sementara jika pembuatan Yayasan menggunakan Jasa Konsultan, maka yang harus Anda siapkan adalah :

  1. Ada nama yayasan (siapkan dua-tiga nama alternatif)
  2. Ada jumlah kekayaan awal yayasan
  3. Ada bukti modal sebagai kekayaan awal yayasan yang akan Anda dirikan
  4. Ada fotokopi KTP para pendiri yayasan
  5. Ada fotokopi KTP para pembina, para pengawas, dan pengurus yayasan
  6. Ada fotokopi NPWP dari ketua yayasan
  7. Ada fotokopi bukti kepemilikan dari kantor yayasan (bisa berupa SPPT PBB atau surat perjanjian sewa)
  8. Ada surat pengantar dari RT/RW setempat, sesuai dengan domisili yayasan yang akan Anda dirikan

 

Tahapan Pembuatan Yayasan

Merumuskan Nama

Siapkan dua-tiga nama alternatif untuk yayasan yang akan Anda dirikan. Nantinya, nama-nama tersebut akan dikaji terlebih dulu oleh Kemenkumham melalui notaris. Biasanya proses ini akan memakan waktu satu bulan. Jika nama yayasan Anda sudah disetujui, maka Anda bisa ke tahap selanjutnya.

 

Menentukan Fokus

Sebagai organisasi yang dikelola oleh swasta, yayasan di Indonesia bergerak di bidang agama, kesehatan, kemanusiaan/sosial, pendidikan, dan lainnya. Anda perlu menentukan fokus ini dari awal, agar menjadi acuan yayasan dalam melakukan berbagai kegiatan ke depannya.

 

Membentuk Struktur Kepengurusan

Di dalam keanggotaan yayasan, terdapat tiga peran yang disebut sebagai organ yayasan, yaitu:

  • Pembina (ketua)
  • Pengurus
  • Pengawas

Pada pelaksanaannya, pengurus merupakan pengelola utama yayasan. Pengurus wajib memberikan laporan keuangan dan segala perkembangan yayasan kepada pembina.

 

Membentuk Badan Pengawas

Badan pengawas memiliki peran untuk memberi masukan/nasihat hukum kepada pengurus, yang berhubungan dengan seluruh kegiatan yayasan. Penunjukkan dan pengangkatan pengawas dilakukan oleh pembina setiap lima tahun sekali, dan pengawas bisa memberhentikannya kapan saja dengan alasan-alasan tertentu.

 

Merumuskan Anggaran Dasar

Untuk mengupayakan legalitas bagi yayasan, merumuskan dan menyusun Anggaran Dasar (AD) merupakan tahapan penting. Di mana Anggaran Dasar akan berisi tentang:

  • Nama yayasan
  • Lokasi
  • Visi misi
  • Program kerja
  • Nilai aset (dipisahkan dari aset para pendiri)
  • Struktur organisasi
  • Hak dan kewajiban pengurus
  • Tata cara pengangkatan anggota
  • Tata cara pembubaran yayasan

 

Tanda Tangan Akta Notaris

Jika nama yayasan yang diajukan sudah disetujui (tahapan pertama), maka notaris akan mengeluarkan akta. Akta ini harus ditandatangani oleh pendiri yayasan, dan mendapatkan pengesahan oleh Kemenkumham.

Memang, mengurus pendirian yayasan akan sangat menyita waktu dan tenaga. Jika Anda mengalami kendala bahkan ada keraguan pada saat prosesnya, yuk, kunjungi website pusatlegalitas.com saja.

 

Pusat Legalitas merupakan penyedia jasa legal pembuatan yayasan. Menjadi pilihan pas bagi Anda yang sedang berencana membuat Yayasan dengan proses cepat. Jangan khawatir, karena Pusat Legalitas menawarkan harga yang relatif murah, dan terjamin keabsahannya. Serahkan semua urusan pembuatan yayasan Anda ke sini.